maaf
Author: Del aQuilani 11
setelah sekian lama ku tinggalkan blogku ini, kini aku kembali lagi........uh yeah seneng euy bisa balik lagi ...
bisa kembali mencurahkan bakat dan kemampuan dalam merangkai kata kata menjadi sebuah jalinan kalimat yang mungkin bagi beberapa orang dianggap indah....
lom ada ide baru neh hari ini.......
0 Comment
what im feel
Author: Del aQuilani 11
kupandangi secercah cahaya didepanku
semakin kudekati arahnya
semakin jelas cahaya itu masuk ke pandangku
tertegun aku melihat sesosok orang dibalik cahaya itu
aku coba semakin dekati sosok itu
semakin jelas bayangnya merasuki pandangku
semakin dekat dan semakin jelas
mungkinkah dia jawabannya???
jawaban atas segala doa dan permintaanku
ada yang bilang Rantai Kebaikan..ada yang bilang sebuah Miracle
Author: Del aQuilani 11
Meskipun pria itu tersenyum, wanita itu masih ketakutan.. Tak ada seorangpun berhenti menolongnya selama beberapa jam ini. Apakah pria ini akan melukainya? Pria itu kelihatan tak baik. Ia kelihatan miskin dan kelaparan.
Sang pria dapat melihat bahwa wanita itu ketakutan, sementara berdiri di sana kedinginan. Ia mengetahui bagaimana perasaan wanita itu. Ketakutan itu membuat sang nyonya tambah kedinginan.
Kata pria itu, "Saya di sini untuk menolong anda, Nyonya. Masuk ke dalam mobil saja supaya anda merasa hangat! Ngomong-ngomong, nama saya Bryan Anderson ."
Wah, sebenarn ya ia hanya mengalami ban kempes, namun bagi wanita lanjut seperti dia, kejadian itu cukup buruk. Bryan merangkak ke bawah bagian sedan, mencari tempat untuk memasang dongkrak. Selama mendongkrak itu beberapa kali jari-jarinya membentur tanah. Segera ia dapat mengganti ban itu.. Namun akibatnya ia jadi kotor dan tangannya terluka.
Ketika pria itu mengencangkan baut-baut roda ban, wanita itu menurunkan kaca mobilnya dan mencoba ngobrol dengan pria itu. Ia mengatakan kepada pria itu bahwa ia berasal dari St. Louis dan hanya sedang lewat di jalan ini. Ia sangat berutang budi atas pertolongan pria itu.
Bryan hanya tersenyum ketika ia menutup bagasi mobil wanita itu. Sang nyonya menanyakan berapa yang harus ia bayar sebagai ungkapan terima kasihnya. Berapapun ju mlahnya tidak menjadi masalah bagi wanita kaya itu. Ia sudah membayangkan semua hal mengerikan yang mungkin terjadi seandainya pria itu tak menolongnya.
Bryan tak pernah berpikir untuk mendapat bayaran. Ia menolong orang lain tanpa pamrih. Ia biasa menolong orang yang dalam kesulitan, dan Tuhan mengetahui bahwa banyak orang telah menolong dirinya pada waktu yang lalu. Ia biasa menjalani kehidupan seperti itu, dan tidak pernah ia berbuat hal sebaliknya.
Pria itu mengatakan kepada sang nyonya bahwa seandainya ia ingin membalas kebaikannya, pada waktu berikutnya wanita itu melihat seseorang yang memerlukan bantuan, ia dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada orang itu, dan Bryan menambahkan, "Dan ingatlah kepada saya."
Bryan menunggu sampai wanita itu menyalakan mobilnya dan berlalu. Hari itu dingin dan membuat orang depresi, namun pria itu merasa nyaman ketika ia pulang ke rumah, menembus kegelapan senja.
Beberapa kilometer dari tempat itu sang nyonya melihat sebuah kafe kecil. Ia turun dari mobilnya untuk sekedar mencari makanan kecil, dan menghangatkan badan sebelum pulang ke rumah. Restoran itu nampak agak kotor. Di luar kafe itu ada dua pompa bensin yang sudah tua. Pemandangan di sekitar tempat itu sangat asing baginya.
Sang pelayan mendatangi wanita itu dan membawakan handuk bersih untuk mengelap rambut wanita itu yang basah. Pelayan itu tersenyum manis meskipun ia tak dapat menyembunyikan kelelahannya berdiri sepanjang hari. Sang nyonya melihat bahwa pelayan wanita itu sedang hamil hampir delapan bulan, namun pelayan itu tak membiarkan keadaan dirinya mempengaruhi sikap pelayanannya kepada para pelanggan restoran. Wanita lanjut itu heran bagaimana pelayan yang tidak punya apa-apa ini dapat memberikan suatu pelayanan yang baik kepada orang asing seperti dirinya. Dan wanita lanjut itu ingat kepada Bryan .
Setelah wanita itu menyelesaikan makanannya, ia membayar dengan uang kertas $ 100. Pelayan wanita itu dengan cepat pergi untuk memberi uang kembalian kepada wanita itu. Ketika kembali ke mejanya, sayang sekali wanita itu sudah pergi. Pelayan itu bingung kemana perginya wanita itu. Kemudian ia melihat sesuatu tertulis pada lap di meja itu.
Ada butiran air mata ketika pelayan itu membaca apa yang ditulis wanita itu: "Engkau tidak berutang apa-apa kepada saya.. Saya juga pernah ditolong orang. Seseorang yang telah menolong saya, berbuat hal yang sama seperti yang saya lakukan. Jika engkau ingin membalas kebaikan saya, inilah yang harus engkau lakukan: 'Jangan biarkan rantai kasih ini berhenti padamu.'"
Di bawah lap itu terdapat empat lembar uang kertas $ 100 lagi.
Wah, masih ada meja-meja yang harus dibersihkan, toples gula yang harus diisi, dan orang-orang yang harus dilayani, namun pelayan itu memutuskan untuk melakukannya esok hari saja. Malam itu ketika ia pulang ke rumah dan setelah semuanya beres ia naik ke ranjang. Ia memikirkan tentang uang itu dan apa yang telah ditulis oleh wanita itu. Bagaimana wanita baik hati itu tahu tentang berapa jumlah uang yang ia dan suaminya butuhkan? Dengan ke lahiran bayinya bulan depan, sangat sulit mendapatkan uang yang cukup.
Ia tahu betapa suaminya kuatir tentang keadaan mereka, dan ketika suaminya sudah tertidur di sampingnya, pelayan wanita itu memberikan ciuman lembut dan berbisik lembut dan pelan, "Segalanya akan beres. Aku mengasihimu, Bryan Anderson!"
Ada tertulis, "Berilah maka engkau diberi." Hari ini saya mengirimkan kisah menyentuh ini dan saya harapkan anda meneruskannya. Biarkan terang kehidupan kita bersinar. Jangan hapus kisah ini, jangan biarkan saja! Kirimkan kepada teman-teman anda! Teman baik itu seperti bintang-bintang di langit. Anda tidak selalu dapat melihatnya, namun anda tahu mereka selalu ada... Tuhan memberkati anda!
confuse......so confuse.......
Author: Del aQuilani 11
damn......what a day..........dihadapkan pada dua pilihan yang bagiku membingungkan....persahabatan........or pacar...........
berat buat memberikan sebuah jawaban...mungkin akan banyak yang berkata Persahabatan....coz Friendship never die or never end gitu lah kata orang2.........tapi.....akankah aku yakin bisa menjalin sebuah persahabatan yang sebenarnya??????uh
bingung....susah di ungkapkan dengan kata kata....
help me god....give me the best way......
with kk comunity in ketep pass
Author: Del aQuilani 11
heheheheh 1 maret 2009, suntuk, bosan penat dengan segala kegiatan.....ex: yansen( kaos putih) dengan skripsinya, mon-mon( susah jelasin....kalo di jelasin ntar takutnya nyindir fisik,RAS,dllsbg... cari aja deh) yang juga penat dengan skripsinya, ririn(orange) dengan kesibukan jaga rental dan kuliah....(hah kuliah?????dengan mimik kaget....hihihihi) mba Lusi yang sibuk dengan kerjaanna dan aku jelas sibuk dengan kuliah (ngga perlu pake kaget kan ngga setua miss R.) ada tiga orang yang keberadaannya hanya sebagai pengikut...heheheh maaf bukan bermaksud mengucilkan.....( lina dan Rina dan wilis) kalo lina sih pas itu lagi suntuk ama skripsi dan satu big problem buat dia kalo dita???? aku ngga tau....wilis????waah kalo itu aku juga ngga tau....tanya aja ama yansen apa kesibukannya...('sen kesibukane bojomu opo???') heheheh
perjalanan:
wah ini neh yang bikin hati dhug dheg dhar....soalnya kita udah janji buat ngumpul di kos mon2 jam 7 pagi....wah semangat membara neh..jalan2 soalnya...kalo kuliah sih mbuh2an...bangun jam 6( cie bisa bangun pagi neh) eh kembali ke waktu ngumpul....begitu nyampe kos mon2...wah dhuar...belum ada satupun orang yang nampak batang hidungnya..baru mon2 ( jelas lah dia yang punya kos) yang lagi njemur handuk di depan kamar....wah ngalamat jam karet ini...
jam 7.30 mba lusi dateng.........dengan ririn dan dita....ah...lumayan meskipun nunggunya agak ngenthos (mangkel, jengkel) tapi gpp lah udah jadi trade mark anak2 kk kalo ngumpul pasti ada bau bau telat....dan masi kurang satu orang lagi yang belum datang..tahu siapa???ya benar.....siapa lagi kalo bukan yansen.....dicoba sms ama miskol, akhirnya 10 menit kemudian dia dateng...dengan muka kusut kliatan baru abis bangun...tapi kok sendiri....tanpa wilis....heheheh usut punya usut ternyata dia baru bangun tidur dan belum jemput adindanya tercinta itu...
akhirnya jam 8.45 kami baru berangkat dari jogja......wah telat abis...target jam 7.30 berangkat ngga tercapai
perjalanan dari jogja ampe muntilan baik2 aja....nah mendekati pasar mUngkid....(mungkid bukan ya?) disinilah ada satu kejadian yang tak ter elakkan....ada mbak mbak(untung bukan mbok mbok) yang lagi nyebrang dan berenti di tengah jalan padahal kondisi jalan menikung dan jalanan rame banget...wah...karena saking kagetnya....gubrak aku...huh menabrak mbak2 itu....wah aku pikir bakal panjang neh urusan...mana bawa duit cuma 50 pula...dengan sedikit jutek mbak mbak itu melenggang begitu aja...nah Yansen...yang ada di belakangku berusaha menghindari tabrakan beruntun...hasilnya????berhasil sih tapi footstep belakang motor dia somplak....(apaan ya bahasa indonesianya somplak???Patah mungkin) dan mendapat sedikit omelan dari mas mas...(mas mas kok ngomel ya....) yang mematahkan footstep dia.....
wah cerita apesnya cukup aja sampe disini...lanjut......
perjalanan di lanjutkan...ngga berapa lama kami nyampe juga di Ketep pass....begitu nyampe...kami masuk...kirain parkir gratis(biasa lah pikiran mahasiswa...cari yang gratis2 gitu...termasuk makan yang gratis) bayar cuy....satu motor 4 rebu.....
begitu markir motor.....yansen mengeluarkan kamera digitalnya....monika melakukan touch up...dan akhirnya...jadilah foto ini..... foto pertama kami di ketep mosok monika......
satu jam kami di ketep....foto2 jelas....makan jagung bakar....dan muter2 ngga jelas akhirnya kami memutuskan untuk pulang...yansen ternyata punya ide bagus...dia pernah denger dari temennya katanya ada wisata petik stroberi di deket ketep itu...wah dengan semangat 45 kami bergegas kesana...dan gubrak.....begitu nyampe sana hanya hamparan daun stroberi hijau yang belum ada merah2nya sama sekali...wah coba deh tanya......'wah mas kalo bulan bulan gini belum buah mas stroberinya' begitu jawaban sang penjaga kebun....wahhhhhhhhhhh penonton kecewa
pulang pulang.....
eits kami ngga langsung pulang.....dari jogja kami udah merencanakan untuk ke sendangsono setelah dari ketep....satu jam perjalanan dari ketep...nyampe juga di sendang sono...cuci kaki, cuci muka...minum dan berdoa.....nah....hobi narsis mon2 ternyata kambuh.....wah parah neh mon2...di tempat doa juga masi kambuh hobi foto2 nya...setelah selesai berdoa...foto2 dah kita.....
jam udah menunjukkan jam 1.30 siang...wah saatnya pulang neh....
tapi karena kami lapar....kami mampir dulu beli sate, di daerah kali bawang...nama desanya lupa yang jelas setelah panthog kalo dari arah muntilan...makan dan pulang ke jogja................
thats all
buat Dahana,Yudi,Adven,Mas dani, petra kok ngga ikut neh??ngga seru neh kalo ngga ada kalian...besok2 kalo mau pergi2 ikut ya???awas kalo ngga
menanti sebuah keajaiban kedua
Author: Del aQuilani 11
keajaiban pertama sudah nampak.....bisa ada ngga ya keajaiban kedua????
i hope so....tapi masi tetep aja harap2 cemas...
dalam kesendirian kucari jawabannya,
dalam keheningan ku mencari sosoknya
akankah ada yang bisa???
kemudian seseorang berkata 'ada....ada yang bisa membantumu mencari jawabannya'
aku tak tahu dari mana suara itu yang jelas suara itu meyakikanku, meyakikanku untuk kembali mencari, meskipun berkali kali aku gagal, berkali kali aku terjatuh aku tetap mencarinya
kadang aku juga merasa jenuh, bosan dan lelah
ku berpikir pencarianku sudah sejauh ini tapi tak kunjung kudapatkan apa yang aku cari
ingin Hilang Ingatan.....Rocket Rocker
Author: Del aQuilani 11
Menghilanglah dari kehidupanku….
Enyahlah dari hati yang telah hancur….
Kehadiran sosokmu kian menyiksaku…
Biarkan disini ku menyendiri
Pergilah bersamanya disana…
Dengan dia yang ada segalanya…
Bersenang-senanglah sepuasnya…
Biarkan disini ku menyendiri
Terlintas keinginan untuk dapat
hilang ingatan agar semua terlupakan….
Dan ku berlari sekencang-kencangnya
Tuk melupakanmu yang telah berpaling
*Disini, kembali, kau hadirkan ingatan yang seharusnya ku lupakan…dan ku hancurkan adanya...
Letih, disini
Ku ingin hilang ingatan
Letih, disini
Ku ingin hilang ingatan
Pergilah bersamanya disana…
Dengan dia yang ada segalanya…
nice word
Author: Del aQuilani 11
tuliskanlah semua rencanamu dengan sebuah pensil, dan berikanlah kepada Tuhan penghapusnya, iarkan Dia menghapus semua Rencana yang menurutNya tidak tepat dan percayalah bahwa semua rencana yang baik akan selalu berujung dengan sebuah kebahagiaan......
REFLEKSI PANJANG
Author: Del aQuilani 11
mungkin banyak dari teman teman yang berpikir kenapa aku ngga mau lagi
dipanggil BAR-BAR. bagiku itu hanya bagian dari masa laluku dimana
aku masi mencari jati diriku yang sebenarnya. aku merasa diriku di
terima dengan panggilan itu, jadi aku memposisikan diri dan membuat
image diriku seperti yang teman teman berikan panggilan ke aku
aku mulai berubah seperti yang kalian pikirkan itu. tapi dalam diriku
sebenarnya terjadi sebuah pergulatan batin. pergulatan batin dimana
aku tidak bisa menerima kondisi ini. ini bukan diriku yang sebenarnya.
aku tidak seperti ini.
aku mulai menyadari hal ini sejak Kuliah, makanya
di kampus aku ganti nama panggilan jadi Abet.
ngga ada yang kenal jati diriku yang lama sebelum teman teman sma ku yang sekampus memanggil lagi aku
dengan nama yang sama saat sma. sejak saaat itulah teman teman kampus
mulai ada yang memanggilku BAR-BAR.
kembali batinku berontak.......aku berpikir sampai kapan aku harus menjadi yang di inginkan orang lain??
aku ngga bisa seperti ini terus, aku harus berubah.
ini bukan diriku yang sebenarnya
sempet ada yang bertanya kepadaku:" bukannya dengan nama panggilan itu kamu di inget terus ama temen temen"
jawabannya sangat mudah: kenapa orang hanya mengigatku dari segala keburukan dan kebobrokan yang aku lakukan?
emang enak di kenang karena hal hal yang negatif???
"kenapa kamu ngga melawan pada saat kamu mulai di panggil BAR-BAR"
aku ngga menolak ,karena melakukan perlawanan justru akan semakin membuat teman temanku
semakin senang memanggil aku seperti itu
aku lelah menjadi apa yang kalian inginkan......aku mau menjadi diriku sendiri yang bebas menentukan apapun pilihanku
jadi buat teman teman yang membaca tulisanku ini dan mengerti tentang apa yang aku rasakan
ngga ada lagi nama BAR-BAR. yang ada sekarang hanya BERTUS. atau ABET
terserah kalian mau panggil yang mana
terimakasih
Ngga ada yang spesial dariku, aKu hanya manusia biasa yang berusaha dan belajar untuk merangkaikan sebuah kata kata indah menjadi sebuah kalimat yang mungkin lebih bermakna mendalam........
kadang aku berpikir banyak yang tidak memperhitungkan keberadaanku